Wednesday, 30 September 2026

Tokoh-Tokoh Psikoanalisis Klasik: Abraham, Ferenczi, Jones, Rank, Eitingon

  Wednesday, 30 September 2026

Psikoanalisis tidak dibangun oleh satu orang. Freud memang perintisnya, tetapi gagasannya menyebar ke Berlin, Budapest, London, dan New York berkat sekelompok murid dan kolega yang setia sekaligus kritis. Merekalah yang menguji teori Freud pada pasien depresi dan psikosis, mendirikan perhimpunan, menerbitkan jurnal, dan merancang cara mendidik calon analis.

Lima tokoh dalam artikel ini, Karl Abraham, Sándor Ferenczi, Ernest Jones, Otto Rank, dan Max Eitingon, sering hanya muncul sebagai catatan kaki dalam riwayat Freud. Padahal, tanpa mereka, tidak akan ada Melanie Klein, Michael Balint, atau sistem pelatihan analis yang masih dipakai hingga kini. Mari kita kenali satu per satu.

Sekilas Psikoanalisis Klasik

Psikoanalisis klasik adalah psikoanalisis sebagaimana dirumuskan Sigmund Freud dan lingkar terdekatnya: kepribadian dipandang sebagai medan konflik antara dorongan, pertahanan, dan tuntutan kenyataan, dengan kompleks Oedipus sebagai poros perkembangan. Metodenya bertumpu pada asosiasi bebas, tafsir, dan analisis transferensi.

Setelah Alfred Adler (1911) dan Carl Jung (1913) memisahkan diri, Ernest Jones mengusulkan pada 1912 agar dibentuk sebuah kelompok kecil penjaga teori Freud. Kelompok ini kelak dikenal sebagai Komite Rahasia (Secret Committee). Anggota awalnya adalah Jones, Ferenczi, Rank, Abraham, dan Hanns Sachs. Pada pertemuan resmi pertama, 25 Mei 1913, Freud memberi masing-masing anggota cincin emas bermata batu intaglio Yunani. Max Eitingon bergabung pada 1919. Komite ini retak pada 1924, terutama karena perselisihan seputar buku Rank tentang trauma kelahiran, lalu praktis berhenti berfungsi setelah Abraham wafat.

Karl Abraham

Lahir–Wafat3 Mei 1877, Bremen – 25 Desember 1925, Berlin
AsalJerman; bekerja di Zürich (Burghölzli) lalu Berlin
Karya kunciMakalah tentang psikosis manik-depresif (1911); Versuch einer Entwicklungsgeschichte der Libido (1924)

Abraham adalah psikiater yang mengenal psikoanalisis ketika bekerja di klinik Burghölzli, Zürich, di bawah Eugen Bleuler bersama Jung. Ia bertemu Freud pada akhir 1907, lalu pindah ke Berlin dan pada 1908 mendirikan Perhimpunan Psikoanalisis Berlin, perhimpunan psikoanalisis pertama di Jerman. Freud menghargainya sebagai murid yang tenang, jernih, dan teliti secara klinis.

Sumbangan terbesarnya ada pada pemahaman depresi dan perkembangan libido. Abraham membagi tahap oral menjadi fase mengisap dan fase menggigit (oral-sadistik), serta tahap anal menjadi fase mengeluarkan dan fase menahan. Dengan rincian ini ia bisa menghubungkan jenis gangguan tertentu dengan titik fiksasi tertentu. Ia juga menunjukkan peran ambivalensi, yakni cinta dan benci terhadap objek yang sama, dalam melankolia. Gagasan ini memengaruhi tulisan Freud "Trauer und Melancholie" (Duka dan Melankolia, 1917).

Abraham penting hari ini terutama karena murid-muridnya. Ia menganalisis Melanie Klein di Berlin dan mendukung analisis anak yang dikembangkan Klein. Karen Horney, Helene Deutsch, serta Edward dan James Glover juga pernah dianalisis olehnya. Banyak ide Klein tentang objek parsial, kecemasan oral, dan dunia batin bayi berakar pada skema perkembangan Abraham. Ia wafat mendadak pada usia 48 tahun, ketika sedang menjabat presiden IPA.

Sándor Ferenczi

Lahir–Wafat1873, Miskolc – 22 Mei 1933, Budapest
AsalHongaria; bekerja di Budapest
Karya kunci"Introjektion und Übertragung" (1909); Thalassa (Versuch einer Genitaltheorie, 1924); "Confusion of Tongues between Adults and the Child" (disampaikan 1932); Clinical Diary (ditulis 1932, terbit 1985)

Ferenczi adalah sahabat terdekat Freud selama bertahun-tahun. Ia menemani Freud dan Jung ke Amerika pada 1909, mengusulkan pendirian IPA di Kongres Nuremberg 1910, dan mendirikan Perhimpunan Psikoanalisis Hongaria pada 1913. Ia juga menganalisis Ernest Jones, Melanie Klein, dan Michael Balint, sehingga pengaruhnya mengalir ke dua sekolah sekaligus: Kleinian dan Kelompok Independen.

Sumbangan konseptual awalnya adalah introyeksi (introjection): cara jiwa "memasukkan" dunia luar ke dalam diri, pasangan dari proyeksi. Namun yang membuatnya paling relevan adalah eksperimen tekniknya. Ferenczi mencoba "teknik aktif", lalu berbalik menekankan kehangatan, kelenturan, dan kejujuran analis. Ia bahkan mencoba analisis timbal balik (mutual analysis), yang kemudian ia akui punya batas.

Dalam makalah "Kekacauan Bahasa antara Orang Dewasa dan Anak" (Confusion of Tongues), Ferenczi kembali menegaskan peran trauma nyata, khususnya pelecehan, dan bahaya ketika anak mengidentifikasi diri dengan pelaku. Freud dan sebagian lingkarnya menerima makalah ini dengan dingin, dan hubungan keduanya merenggang menjelang wafatnya Ferenczi. Selama puluhan tahun ia dianggap "menyimpang". Sejak terbitnya Clinical Diary, Ferenczi dibaca ulang sebagai pelopor perhatian pada trauma, kontratransferensi, dan relasi analis-pasien, serta sebagai leluhur psikoanalisis relasional.

Ernest Jones

Lahir–Wafat1 Januari 1879, Gowerton, Wales – 11 Februari 1958, London
AsalWales; bekerja di London dan Toronto
Karya kunciPapers on Psycho-Analysis (1912); Hamlet and Oedipus (1949); The Life and Work of Sigmund Freud (3 jilid, 1953–1957)

Jones adalah satu-satunya anggota inti yang berbahasa ibu Inggris, dan ia menjadi "duta" psikoanalisis di dunia berbahasa Inggris. Ia ikut mendirikan American Psychoanalytic Association (1911), mendirikan London Psycho-Analytical Society (1913) yang dibentuk ulang menjadi British Psychoanalytical Society (1919), dan mendirikan International Journal of Psycho-Analysis (1920). Ia dua kali menjabat presiden IPA.

Secara konseptual, Jones memperkenalkan istilah rasionalisasi (rationalization) pada 1908 dan konsep aphanisis, yakni ketakutan akan hilangnya kapasitas hasrat sama sekali. Dalam perdebatan tentang seksualitas perempuan pada 1920-an dan 1930-an, ia berbeda pendapat dengan Freud dan lebih dekat ke pandangan Klein dan Horney. Tafsirnya tentang Hamlet sebagai drama Oedipal menjadi contoh klasik kritik sastra psikoanalitik.

Peran Jones paling terasa secara institusional. Ia mengundang Melanie Klein ke London pada 1926, yang kelak mengubah wajah psikoanalisis Inggris. Pada 1938 ia ikut mengupayakan agar keluarga Freud bisa keluar dari Wina dan menetap di London. Biografi Freud yang ia tulis menjadi rujukan utama selama puluhan tahun, meski kini dikritik karena cenderung mengidealkan Freud dan menilai sinis lawan-lawannya, termasuk Ferenczi dan Rank.

Otto Rank

Lahir–Wafat22 April 1884, Wina – 31 Oktober 1939, New York
AsalAustria (nama lahir Otto Rosenfeld); bekerja di Wina, Paris, New York
Karya kunciDer Künstler (1907); Der Mythus von der Geburt des Helden (1909); Das Trauma der Geburt (1924)

Rank adalah satu-satunya anggota inti yang bukan dokter. Ia datang kepada Freud sebagai pemuda otodidak dengan naskah tentang seniman, dan Freud menjadikannya sekretaris Masyarakat Psikoanalisis Wina sejak 1906. Freud mendukungnya meraih doktor di Universitas Wina, dan Rank kemudian ikut mendirikan jurnal Imago (1912) bersama Hanns Sachs. Selama bertahun-tahun ia ibarat "anak angkat" intelektual Freud.

Minat utamanya adalah mitos, sastra, dan kreativitas. Dalam Mitos Kelahiran Sang Pahlawan, ia menunjukkan pola berulang dalam kisah-kisah pahlawan dan membacanya sebagai fantasi keluarga anak. Titik balik datang dengan Das Trauma der Geburt (1924): Rank berpendapat bahwa kecemasan paling dasar berakar pada perpisahan saat lahir. Pada tahun yang sama ia menulis bersama Ferenczi buku tentang tujuan perkembangan teknik psikoanalisis, yang menekankan pengalaman emosional dalam sesi.

Gagasan trauma kelahiran dianggap menggeser posisi kompleks Oedipus, dan memicu krisis di Komite Rahasia. Rank keluar dari lingkar Freud, pindah ke Paris pada 1926, lalu menetap di Amerika Serikat. Di sana ia mengembangkan "terapi kehendak" (will therapy) yang menekankan kehendak dan kreativitas pasien. Gagasan ini memengaruhi Carl Rogers dan psikologi humanistik, serta pemikir eksistensial seperti Ernest Becker.

Max Eitingon

Lahir–Wafat26 Juni 1881, Mogilev, Kekaisaran Rusia – 30 Juli 1943, Yerusalem
AsalRusia (kini Belarus); bekerja di Berlin lalu Yerusalem
Karya kunciBukan penulis teori; warisannya adalah lembaga: Poliklinik Psikoanalisis Berlin (1920), Komisi Pelatihan Internasional IPA (1925), Perhimpunan Psikoanalisis Palestina (1934)

Eitingon menulis sedikit, tetapi barangkali tidak ada tokoh lain yang lebih menentukan bagaimana seseorang menjadi psikoanalis. Saat masih bekerja di Burghölzli, ia diutus menemui Freud pada 1907 dan menjadi tamu asing pertama yang datang ke kelompok Freud di Wina. Setelah Perang Dunia I ia menetap di Berlin dan pada 1919 bergabung dengan Komite Rahasia.

Bersama Karl Abraham dan Ernst Simmel, Eitingon mendirikan Poliklinik Psikoanalisis Berlin yang dibuka pada Februari 1920, sebagian besar dibiayai dari kekayaan pribadinya. Klinik ini melayani pasien dengan biaya ringan atau gratis, sejalan dengan seruan Freud pada 1918 agar psikoanalisis juga tersedia bagi orang yang tidak mampu. Poliklinik inilah cikal bakal Institut Psikoanalisis Berlin.

Di sana lahir apa yang kini disebut model Eitingon, yaitu tiga pilar pendidikan analis: analisis pribadi calon analis (training analysis), kursus teori yang terstruktur, dan penanganan pasien di bawah supervisi (supervised analysis). Pada Kongres Bad Homburg 1925, Eitingon mengusulkan agar sistem Berlin menjadi standar internasional, dan ia memimpin Komisi Pelatihan Internasional IPA sampai akhir hayatnya. Ia juga memimpin IPA pada paruh kedua 1920-an hingga awal 1930-an. Setelah Nazi berkuasa, ia beremigrasi ke Palestina pada 1933 dan mendirikan perhimpunan psikoanalisis di sana.

Model tiga pilar ini masih menjadi tulang punggung pendidikan analis di lembaga-lembaga anggota IPA. Tetapi ia juga dikritik: sebagian menilai sistem ini terlalu birokratis, dan analisis pelatihan berisiko menjadi alat penyeragaman. Riwayat pribadi Eitingon pun memunculkan perdebatan sejarah tersendiri, karena sejumlah sejarawan pernah mengaitkannya dengan jaringan intelijen Soviet melalui kerabatnya. Klaim ini tetap diperdebatkan dan tidak terbukti secara meyakinkan.

Benang Merah

Kelima tokoh ini menunjukkan bahwa psikoanalisis klasik tidak pernah monolitik. Abraham dan Jones memperluas teori Freud dari dalam; Ferenczi dan Rank menguji batasnya dan akhirnya dianggap keluar jalur; Eitingon memastikan teori itu bisa diwariskan lewat pendidikan yang tertata. Ketegangan antara kesetiaan dan pembaruan yang terlihat dalam Komite Rahasia akan terus berulang dalam sejarah psikoanalisis, dari Controversial Discussions di London sampai perpecahan Lacan di Paris.

Bagi pembaca yang menelusuri peta tokoh psikoanalisis, lingkar ini adalah simpul penghubung. Garis Abraham dan Jones mengarah ke Klein; garis Ferenczi mengarah ke Balint, Kelompok Independen, dan psikoanalisis relasional; garis Eitingon mengarah ke setiap ruang pelatihan analis hari ini.

Saran Bacaan

  • Karl Abraham, Selected Papers of Karl Abraham (1927).
  • Sándor Ferenczi, The Clinical Diary of Sándor Ferenczi (ed. Judith Dupont, edisi Inggris 1988).
  • Otto Rank, The Trauma of Birth (1924; terjemahan Inggris 1929).
  • Ernest Jones, The Life and Work of Sigmund Freud (1953–1957).
  • Phyllis Grosskurth, The Secret Ring: Freud's Inner Circle and the Politics of Psychoanalysis (1991). Pengantar yang hidup tentang Komite Rahasia.
  • Elizabeth Ann Danto, Freud's Free Clinics: Psychoanalysis and Social Justice, 1918–1938 (2005). Tentang Poliklinik Berlin dan klinik gratis lain.

Baca Juga

Ditulis oleh Ade Machnun untuk Belajar Psikoanalisis. Seri Tokoh Psikoanalisis.

No comments:

Post a Comment